Materi Sejarah Lengkap Kepramukaan di Indonesia

Sebelumnya saya menulis "Materi Lengkap Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia", silahkan baca untuk mengetahui perbedaannya.


Sejarah Lengkap Kepramukaan di Indonesia

Gerakan kepanduan yang menjadi fenomena internasional itu akhirnya masuk juga ke Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda, gerakan itu dibawa ke Indonesia dan diberi nama Nederlandsch Indische Padvinders Vereeniging (Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda) atau NIPV.

Para pemimpin pergerakan nasional juga membentuk organisasi kepanduan. Tujuannya adalah membentuk karakter pemuda Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Muncullah berbagai org.anisasi kepanduan.

Salah satunya yaitu JPO (Javaansche Padvinders Organizatie, yang didirikan pada tahun 1916 atas inisiatif S.P. Mangkunegara VII),  NATIPIJ (Nationale Islamitische Padvinderip, SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvinderij), JJP (Jong Java Padvinderij) dan HW (Hizbul Wathon, organisasi kepanduan di bawah Muhammadiyah).

Pada perkembangannya, pemerintah Hindia Belanda melarang istilah Padvinderij. Oleh karena itu, K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan. 

Sumpah Pemuda mernbuat kesadaran nasional tumbuh. Oleh karena itu, pada tahun 1930 berbagai organisasi kepanduan yang ada bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Selanjutnya, pada tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu indonesia) yang kemudian berubah lagi menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan indonesia) pada tahun 1938.

Pada saat penjajahan Jepang, gerakan kepanduan di Indonesia dilarang, sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan, dan PETA. Setelah Indonesia merdeka yaitu pada 17 Agustus 1945, maka tanggal 28 Desember 1945 Pandu Rakyat Indonesia terbentuk sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.

Pada tahun 1961, gerakan kepanduan terpecah menjadi 100 organisasi yang terhimpun dalam 3 federasi, yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia), POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia), dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia). Namun karena mereka menyadari kelemahannya maka ketiga federasi tersebut melebur dan menyatu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia). 

Tingginya rasa kesukuan dalam Perkindo tidak menguntungkan. Kelemahan ini dimanfaatkan oleh pihak komunis untuk menjadikannya sebagai gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Namun, kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya.

Dengan bantuan Perdana Menteri lr. Juanda, akhirnya lahirlah Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Keppres ini ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir. Juanda pada tanggal 20 Mei 1961. Keppres tersebut menyatakan bahwa gerakan pramuka merupakan satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Oleh karena itu, organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang keberadaannya. 

Kelahiran Gerakan Pramuka

Berbagai peristiwa yang saling berkaitan menandai lahirnya gerakan Pramuka. Peristiwa-peristiwa tersebut adalah sebagai berikut. 

#1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS di hadapan para tokoh dan Pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini lalu disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.

#2. Penerbitan Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka. Keppres ini menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia. Organiasasi ini bertugas menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Keppres ini juga mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Peristiwa ini lalu disebut sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja.

#3. Para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Tanggal ini kemudian disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

#4. Pelantikan Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas), Kwartir Nasional (Kwarnas), dan Kwartir Nasional Harian (Kwarnari) di istana Negara, di ikuti dengan penganugerahan Panji Gerakan Pramuka kepada Ketua Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tanggal 14 Agustus 1961. Setelah itu diadakan defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Defile ini diikuti oleh sekitar 10.000 anggota Pramuka di Jakarta yang berkeliling kota. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Pramuka. 

Perkembangan Gerakan Pramuka Indonesia 

Gerakan Pramuka indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang melaksanakan pendidikan kepanduan di indonesia. 

"Pramuka" adalah akronim dari Praja Muda Karana, yang kemudian mempunyai arti "rakyat muda yang suka berkarya". Anggotanya dibagi menjadi beberapa jenjang sesual usia, yaitu Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain adalah Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir, dan Majelis Pembimbing. 

Kepramukaan itu sendiri adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan, sehat, teratur, terarah, dan praktis. Kegiatan yang dilakukan dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan di alam terbuka ini bertujuan untuk pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti yang baik.

Berdasarkan Anggaran Dasar Pramuka hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa 2012, Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka: 

1. Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani dan rohani; 

2. Menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama untuk bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan. 

Belum ada Komentar untuk "Materi Sejarah Lengkap Kepramukaan di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel