Sejarah Lengkap Kapanduan / Pramuka di Dunia

Gerakan Kepanduan (di Indonesia disebut sebagai Pramuka) tidak dapat dilepaskan dari Lord Robert Baden-Powell of Gilwell, karena dialah yang menjadi pendiri gerakan ini. Lahir dengan nama Robert Stephenson Smyth Baden-Powell pada 22 Februari 1857, ia adalah seorang Letnan Jenderal dalam angkatan bersenjata Inggris.

Sejarah Lengkap Kapanduan / Pramuka di Dunia

Setelah lulus dari Charterhouse School, Baden-Powell bertugas dalam ketentaraan Inggris dari tahun 1876 hingga 1910 di India dan Afrika. Pada tahun 1899, beliau terlibat pada Perang Boer II di Mafeking, Afrika Selatan. Pada waktu itu, pasukannya kalah jumlah dibandingkan dengan pasukan musuh.

Oleh karenanya, Bade Powell pun mengumpulkan para pemuda untuk dilatih dan dididik menjadi relawan tentara. Tugas mereka bukan ikut berperang, tetapi mengerjakan berbagai tugas ringan tetapi penting, seperti berjaga-jaga, mengantarkan pesan ke seluruh anggota pasukan, menjadi tenaga bantuan di rumah sakit, dan lain-lain, sehingga orang-orang dewasa dapat fokus berperang.

Tugas tersebut dapat diselesaikan dengan baik sehingga kota Mafeking pun dapat bertahan dan aman.
Sebagai penghargaan, para pemuda tersebut diberikan sebuah lencana. Gambar lencana tersebut akhirnya menjadi logo gerakan kepanduan. Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dipromosikan menjadi Mayor Jenderal dan ia pun dianggap sebagai pahlawan.



Lencana kepanduan, yang terinspirasi dari lencana yang diberikan pada para Kadet Mafeking.
Lencana kepanduan, yang terinspirasi dari
lencana yang diberikan pada para Kadet Mafeking. 
Pengalamannya membina para pemuda ini ditulisnya dalam sebuah buku berjudul "Aids to Scouting", yang merupakan petunjuk bagi tentara muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik. 

Ternyata bukunya laris terjual dan dipakai oleh para guru dan organisasi kepemudaan. Karena keterlibatannya dalam Boys Brigade dan dorongan temannya, William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk merevisi Aids to Scouting agar lebih sesuai dengan target pembacanya, yaitu para pemuda Pada bulan Agustus 1907, ia mengadakan perkemahan di Pulau Brownsea untuk menguji gagasan-gagasannya tersehut.

Sekitar 20 orang pemuda dilibatkan dalam acara tersehut. Baden-Powell juga mendapatkan pengaruh dari Ernest Thompson Seton, yang mendirikan,WoodcraftIndians. Seton memberikan buku karangannya yang berjudul "The Birch Bark Roll of the Woodcraft lndians" dan mereka bertemu pada tahun 1906.

Buku Baden-Powell yang pertama kali dalam gerakan kepanduan yaitu Scouting for Boys telah diterbitkan pada tahun 1908 dan menjadi buku terlaris keempat pada abad ke-20. Para pemuda dan pemudi dengan segera membentuk gerakan kepanduan di mana-mana dan gerakan ini menjadi fenomena nasional dan internasional.

Gerakan kepanduan perempuan dibentuk secara resmi pada tahun 1910 di bawah pimpinan saudara perempuan Baden-Powel, yaitu Agnes Baden-Powell. Pada tahun 1920, diadakan Jambore Dunia yang pertama di Hall, London. Perwakilan pramuka dari 27 negara hadir pada saat itu dan Baden-Powell diangkat menjadi Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of the World). 


Buku Aids to Scouting tulisan Baden-Powell, hasil dari pengalamannya membina para remaja agar mampu menjadi pandu yang terampil.
Buku Aids to Scouting tulisan Baden-Powell, hasil dari pengalamannya membina para remaja agar mampu menjadi pandu yang terampil. 

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Lengkap Kapanduan / Pramuka di Dunia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel